Ha Ni : “kenapa kau keluar dari sana?”
Seung Jo : “Karena itu rumah kami”
Ha Ni : “Rumahmu…”
Ibu memanggil Ha Ni dan Seung Jo lewat speaker “Baek Seung Jo, kenapa kau tidak masuk, Ha Ni cepat masuk”.
Seung Jo berkata dengan enteng : “ah, kau bilang bahkan jika kau hidup sebagai pengemis, kau tidak akan menerima bantuanku, bukan?”.
Seung Jo masuk ke rumah sedangkan Ha Ni masih tidak percaya..
Ny. Baek tanya apa Ha Ni dan Seung Jo tidak saling mengenal. Ha Ni menjawab kalau Seung Jo itu cukup terkenal. Ny. Baek malah berkata kalau anak-anak di sekolah bukannya membenci Seung Jo karena kepribadiannya yang aneh, Seung Jo juga sombong, dia juga selalu melihat ke bawah dan tidak punya popularitas dihadapan gadis. Ha Ni hanya bisa tertawa.
Baek Eun Jo (imut sekali) adik Seung Jo turun dari kamarnya. Ny. Baek tanya kenapa Eun Jo tidak tidur. Eun Jo menjawab kalau dia sedang belajar. Ny.Baek sepertinya tidak suka dengan jawaban Eun Jo dan berkata “Mengapa? melakukan itu, kau seperti kakakmu saja”.
Ny.Baek menyuruh Eun Jo memberi salam pada Tuan Oh dan juga Ha Ni. Eun Jo memperkenalkan dirinya pada Tuan Oh dengan baik. tapi saat Ny. Baek memintanya memberi salam pada Ha Ni, Eun Jo tidak bersedia. Ny. Baek tanya kenapa tidak mau.Eun Jo menjawab kalau Ha Ni tampak seperti orang bodoh, hahaha. Ny.Baek langsung menjitak kepala Eun Jo karena berkata seperti itu.
Ny. Baek berkata pada Eun Jo kalau Ha Ni Noona belajar dengan baik. Eun Jo penasaran dan menguji Ha Ni dengan bertanya tentang pelajaran yang sedang dia pelajari. Ha Ni melihatnya, ternyata Eun Jo sedang belajar bahasa mandarin. Ha Ni melihat pertanyaan yang diajukan Eun Jo dan dia bingung menjawabnya. Lalu Ny. Bae klah yang menjawabnya “Han Woo choon Dong kau bertanya artinya apa?”. Ha Ni mengulang perkataan Ny. Baek namun saat dia mau menjawab artinya apa, Ha Ni bingung lagi. Tuan Oh memberi tahu Ha Ni tapi Ha Ni tidak mengertti dengan isyarat ayahnya itu.
Lalu Ha Ni melihat ke arah Seung Jo dan Seung Jo langsung melihat Ha Ni, tapi Ha Ni langsung mengalihkan pandangannya dan mulain menjawab pertanyaan Eun Jo.
Ha Ni: “Daging sapi Korea (Han Woo) Itu benar-benar lezat tapi mahal, Tapi kau tidak punya uang sehingga kau tidak bisa makan itu, Tapi kau mendapatkan dorongan (Choon Dong) untuk makan daging sapi korea Jadi dengan kata lain kau ingin sesuatu yang berarti diluar “
Seung Jo: “‘Han’ berarti berkeringat ‘Woo’ berarti sapi, Jika kau membuat sapi menarik gerobak, maka akan keringat, tetapi balok akan mencapai Timur Dengan kata lain, tingkat usaha yang berhubungan dengan niat…. “
Ha Ni sekarang merasa telah ditolak oleh KEDUA saudara kandung. Eun Jo bahkan menolak untuk meminta maaf, mengatakan dia “membenci orang bodoh” (wooooow kakak beradik Baek yang kompak, hahaha).
Ny. Baek suka pada Ha Ni dan tampaknya dia akan sangat menyayangi Ha Ni. Ny.Baek menunjukan kamar untuk Ha Ni. Kamar itu didesain dengan indah seperti kamar impian para gadis seperti april, hehehe. Ny. Baek sangat bersemangat karena akhirnya dia memiliki anak perempuan. Dia benar-benar mengeluarkan semuanya untuk Ha Ni. Dia bahkan membelikan Ha Ni sepasang sepatu baru, Dia bahkan berseru tentang bagaimana menariknya jika mereka berdua bisa belanja dan hang out bersama.
Seung Jo : “awalnya ruang ini punya Eun Jo”
Ha Ni : “ah”
Seung Jo : “namun berkat seseorang, tempat tidur dan meja Eun Jo kita berdesakan disana (dikamar SEung Jo)”
Ha Ni : “maafkan aku”
Seung Jo : “jika kau menyesal, apa kau ingin meninggalkan aku sendirian, karena beberapa hari terakhir ini kau telah menganggu. Aku katakan jangan bicara padaku ketika disekolah”
Ha Ni : “berbicara? jangan khawatir, jika rumor aku hidup denganmu tersebar, ini akan menjadi sakit yang lebih besar bagiku bukan kau
Seung Jo: “Apa maksudmu hidup bersama Bukankah kau yang datang ke rumahku?? aku akan cuci muka dulu”
Seung Jo keluar menuju kamar mandi.
Ha Ni frustasi dia mulai memaki-maki Seung Jo dan berimajinasi lagi. Dalam imajinasinya kali ini, Ha Ni mengenakan pakain dengan jubah kulit hitam dia terbanga dengan memegang bantal dikedua tangannya. Lalu saat Seung Jo keluar dari kamar mandi, Ha Ni mulai menyerang Seung Jo dengan bantalnya. Sampai hidung Seung Jo berdarah. Ha Ni berteriak “aku benci pria pintar seperti kau!!”
Ha Ni ingin BAB tapi takut mengeluarkan suar sehingga dia menyalakan keran airsupaya tidak terdengar suaranya. Ketika dia hendak menyikat gigi, dia melihat sikat gigi Seung Jo, lalu dia meletakan sikat giginya disebelah sikat gigi Seung Jo. Ha Ni kemudian merasa sedih lagi ketika dia ingat semua kata2 Seung Jo padanya.
Tuan dan Ny. Baek memuji sup buatan Tuan Oh, Ha Ni tersedak karena salting dilihatin Seung Jo. Tuan Oh, Tuan Baek dan Ny. Baek langsung menolong Ha Ni.
Ha Ni : “Hei kenapa kau tiba2 berhenti?”
Seung Jo : “Hanya untuk hari ini saja”
Ha Ni : “apa itu?”
Seun Jo : “pergi ke sekolah denganmu. jika ada yang melihat, ini akan merepotkan”
Ha Ni : “oke”
Seung Jo :”jangan mengatakan apapun”
Ha Ni : “aku tidak akan”
Seung Jo : “Jangan bertindak seperti kau mengenalku”
Ha Ni : “aku tidak akan memberitahukannya”
Seung Jo :”pergi jauh kebelakang”
Seung Jo : “mengapa kau begitu lambat?”
Ha Ni : “mengapa kau menunggu ketika kau mengatakan agar aku tinggal dibelakang”
Seung Jo : “menunggu katamu, kau jalan didepanku”
Ha Ni : “mengapa? kenapa kau terus berubah ubah?”
Seung Jo : “karena kau pendek, bukankah sulit bagimu untuk mengikutiku? aku tidak ingin disalahkan kalau kau terlambat, jalan didepanku, aku akan melihatmu dari belakang”
Ha Ni berjalan pergi dan Seung Jo melihat ke belakang, untuk memastikan menjaga jarak. Seung Jo tahu ada pria mesum yang bersembunyi di semak-semak. Jadi ini alasan Seung Jo meminta Ha Ni jalan duluan.
Di sekolah, Joo Ri bersiap untuk make over rambut Min Ah. Dia punya sisir, jepitan, gunting, yang lengkap. Ha Ni masuk dan mengumumkan bahwa dia akan belajar sangat keras dan masuk Top 50 dan membalas dendam untuk kebanggaan mereka yang telah dilukai. Min Ah, tentu saja, mengeluarkan ponselnya untuk mencari kata “kebanggaan”. Joon Gu kemudian masuk dan dia bertanya tentang rumah teman ayahnya Ha Ni dan bertanya di mana itu. Joon Gu juga berkata mereka dapat berjalan pulang bersama-sama. Ketika Ha Ni bertanya mengapa, ia berkata:
Joon Gu: “Apakah masuk akal bagi seorang pria untuk tidak tahu di mana gadisnya tinggal?”
Joo Ri memukul Joon Gu. Dia tanya kenapa Joo Ri memukulnya.
Joo Ri: “? Apa kau ingin ditendang juga?”
Ini menyebabkan sedikit perkelahian antara Joon Gu dan Joo Ri.
Ha Ni dan beberapa orang lainnya tetap tinggal kelas setelah sekolah. Tapi dia adalah satu-satunya orang benar-benar belajar. Dia membalik buku catatan dan menyadari sesuatu yang besar … dia tidak tahu apa-apa!
Dia memutuskan untuk melihat ruang studi khusus dan dia merasa takjub melihat betapa menakjubkannya kelas itu. Diruang itu ada AC, komputer pribadi, dinding kedap suara. . Seung Jo juga ada di kelas itu sedang membaca buku tapi bukan buku pelajaran. Seorang gadis menghampirin Seung Jo, Ha Ni yang melihatnya agak kesal. Ha Ni melihat data statistik nilai murid2. Dia menyadari betapa jauhnya jarak nilai dia dengan Seung Jo.
Seung Jo datang, Seung Jo bertanya pada Ha Ni apakah dia akan pulang. Ha Ni jadi semangat dia merasa Seung Jo ingin pulang bersamanya.
Tiba-tiba Joon Gu datang membawakan tas Ha Ni .. Joon Gu ingin mengantar Ha Ni pulang. Tapi Ha Ni tidak ingin rumahnya diketahui sehingga Joon Gu bersama Ha Ni di kereta bawah tanah lalu Ha Ni lompat keluar kereta meninggalkan Joon Gu .
Karena itu sepatu pemberian calon mertua, Ha Ni mau tidak mau harus mengejar pria itu sambil berteriak kembalikan sepatu ku!
Pria mesum akhirnya berhenti dan ingin membuat kesepakatan dengan Ha Ni: ida akan memberikan kembali sepatu itu, asalkan Ha Ni mau melihatnya.
Seung Jo: “Seakan!” (Memegang sebuah tas belanjaan) “Aku membeli ini.”
Ha Ni: “Tapi bagaimana kau datang pada waktu yang tepat?”
Seung Jo: “Itu hanya nasib burukku.”
Seung Jo kemudian menegur Ha Ni, dengan mengatakan bahwa biasanya orang akan senang kehilangan sepatu mereka dalam situasi seperti ini. Bagaimana mungkin Ha Ni…
Ha Ni : “karena ini hadiah dari ibumu, hari ini adalah hari pertama aku memakainya”
Ha Ni hanya tersenyum setelah dia, menanyakan apa yang dibeli Seung Jo Dia bertanya apakah dia boleh minta beberapa (pasti baik) karena tenggorokan Ha Ni kering . Seung Jo memberinya es loli.
Ha Ni : “Meleleh.”
Ha Ni menengadah kepalanya untuk menghitung bintang dan kemudian berkata kalau jangkrik sedang “menangis.” Seung Jo berkata padanya kalau mereka tidak menangis dan jika mereka gadis-gadis bodoh dan berkulit tebal, aku membenci mereka.
Dikamar, Ha Ni mencoba untuk belajar. Dia merasa terganggu oleh kilas balik saat Seung Jo menyelamatkan dia. Ha Ni tertawa penuh semangat. Tapi kemudian ida marah ketika ida ingat Seung Jo berkata: “. Aku benci gadis-gadis bodoh dan berkulit tebal” . Ha Ni memutuskan untuk mempelajari dan “menunjukkan kepada mereka bagaimana dia melakukannya.”
Dia mulai dengan matematika … kemudian memutuskan untuk memulai dengan bahasa Inggris … kemudian Korea … kemudian dia memutuskan bahwa dia tidak tahu apa-apa dan menyerah.
Ny. Baek datang dengan membawa snack malam yang terlambat dan meminta Ha Ni untuk beristirahat sebentar. Lalu Ny. Baek tertawa dan berkata kalau dia selalu ingin melakukan hal-hal seperti ini: membuat camilan larut malam dan mengatakan anak-anaknya untuk beristirahat sambil belajar.
Ha Ni: “Seung Jo tidak makan cemilan tengah malam?”
Ny. Baek: Tidak, bukan itu. Seung Jo tidak belajar sama sekali. “
Seung Jo yang luar biasa jenius yang mendapatkan nilai ujian yang sempurna dan mengetahui segala sesuatu tidak belajar.Emang sih orang yag jenius itu tidak akan mudah dikalah oleh orang pandai sekalipun. Ha Ni tersedak makanannya karena kaget dan mengatakan bahwa Seung Jo benar-benar jenius. Ny. Baek mengangkat bahu dan bertanya “Apa gunanya mendapatkan nilai ujian yang sempurna, Dia? Tidak menyenangkan sama sekali.”
Ternyata Ny. Baek seorang blogger juga, hehehe. Lalu Ny, Baek menunjukan photo-photo Eun Jo kecil. Ha Ni berkomentar kalau Eun Jo terlihat sangat mirip Seung Jo dan Ny. Baek ingin melihat foto-foto Ha Ni ketika ia masih kecil.
Ny. Baek: “Ha Ni, apakah kau ingin melihat sesuatu yang lucu?”
Tiba-tiba, Ha Ni dan Ny. Baek sedang melihat gambar seorang gadis kecil.
Ha Ni terkejut melihat betapa banyak gadis itu tampak seperti Seung-Jo. Ny. Baek menyeruput tehnya dan bertanya, “Benarkah?”
Ny. Baek mengatakan kepadanya: semua gambar ini … adalah dari Seung Jo!
Ny. Baek mengaku bahwa dia begitu ingin punya anak perempuan. Ketika dia hamil, ida begitu yakin itu adalah anak perempuan dan dia pergi keluar dan membeli pakaian gadis, sepatu, mainan. Tapi, tidak, itu ternyata anak laki-laki. Karena akan sia-sia hanya membuang semuany, maka dia mendandani Seung Jo dan memperlakukannya sebagai seorang putri. Ini berlangsung untuk sementara waktu … sampai akhirnya di kolam renang. Ny. Baek berpikir bahwa itulah mengapa anaknya begitu dingin dan jauh. Ha Ni mata satu foto Seung Jo yang berpose memonyongkan mulutnya.
Tiba-tiba, Seung Jo muncul dikelas Ha Ni yang menyebabkan kegemparan.
Seung Jo : “Oh Ha Ni bawa seragam olahragamu dan ikuti aku”
Ha Ni : “seragam olah raga?”
Kemudian Ha Ni menyadari kalau seragamnya tertukar. Ha Ni dan Seung Jo keluar.
Ha Ni: “Mengapa kau tidak mau memakainya? kau harus menggunakan pakaian anak perempuan sekarang.?”. Ha Ni menunjukan photo Seung Jo pake baju perempuan.
Seung Jo : “Benarkah?” Lalu Seung Jo mendekat seperti mau mencium Ha Ni.
Semua orang yang melihat di jendela shock Lalu .. ga ada apa-apa karena adegannya langsung pindah, hahaha.
Seung Jo : “dengarkan aku baik-baik, pertama kau gunaka x untuk mencoba menemukannya”
Ha Ni : “apa itu x? aku bertanya apa yang x?”
Seung Jo : “alphabet!”
Ha Ni : “aku tidak tahu apa itu?”
Seung Jo : “kita tidak tahu, x adalah nomor yang tidak diketahui”
Seung Jo mengajari Ha Ni berbagai rumus logaritma.
Seung Jo bertanya bagaimana bisa ada begitu banyak hal yang Ha Ni tidak tahu. Ha Ni membalasnya dengan berkata “Apa kau tahu segalanya?”. Ha Ni memegang sebuah Poster dari Super Junior dan bertanya apa Seung Jo tahu siapa orang2 ini. Ha Ni memiliki momen pintar sendiri saat dia mengatakan nama-nama anggota SUJU … SEMUA 13 anggota2nya.
Seung Jo dan Ha Ni belajar bersama lagi. Eun Jo berteriak padanya dengan mengatakan Ha Ni bodoh. Ha Ni tidak bereaksi sama sekali atas perkataan Eun Jo. Seung Jo terkesan karena akhirnya Ha Ni bisa belajar cara berkonsentrasi.
Seung Jo kemudian jatuh tertidur di meja Ha Ni sambil menunggu dia menyelesaikan tes praktek. Ha Ni membisikkan ucapan terima kasih, meskipun Seung Jo tidak bisa mendengar.
Ha Ni mengerjakan test nya dan semua mungkin berjalan lancar.
Nilai diposting segera setelah semua test selesai. Ha Ni mengecek skor Seung Jo. Ha Ni lega karena Seung Jo masih menjadi nomer satu yang sempurna meskipun Seung Jo tidak bisa tidur karena membantu studinya.
Di sisi lain, Seung Jo memutuskan untuk memeriksa nilai Ha Ni. Mereka melihat satu sama lain dan Ha Ni mengucapkan selamat kepada Seung Jo. Seung Jo berkata Ha Ni melakukan pekerjaannya dengan baik. Ha Ni melihat nilainya dan ternyata dia berada di peringkat 50 berhak atas ruang study khusus itu.
Ha Ni berjalan ke arah Seung Jo dan Seung Jo menjulurkan tangannya. Ha Ni menjabat tangan Seung Jo dan gemetar penuh semangat, dia berterima kasih kepadanya. Seung Jomenarik diri dan mengatakan kepadanya bahwa dia tidak ingin berjabat tangan … dia ingin photonya. GUBRRAAK!!
Senyum terpancar di wajah Seung Jo yang tak dilihat Ha Ni.
Ha Ni mencoba untuk menjelaskan kalau taruhan itu sekarang sudah batal tetapi para siswa dan guru Song menolak untuk mendengarkan Ha Ni dan mulai berteriak : “gendong!gendong!gendong!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar